IEEE Indonesia Section & ISAS Gelar Webinar Strategi Penulisan Paper IEEE: Dari Conference hingga Jurnal Bereputasi

IEEE Indonesia Section bersama Indonesian Society of Applied Science (ISAS) sukses menyelenggarakan webinar nasional bertajuk “Strategi Penulisan Paper IEEE: Dari Conference hingga Jurnal Bereputasi” pada Sabtu, 2 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini diikuti oleh dosen, peneliti, mahasiswa, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan webinar menghadirkan dua narasumber utama yang berpengalaman dalam publikasi internasional dan pengelolaan jurnal bereputasi, yaitu Prof. Ir. Khairul Anam, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dan Dr. Sunu Wibirama. Kegiatan ini juga didukung oleh jajaran pengurus IEEE Indonesia Section dan ISAS, termasuk Assoc. Prof. Dr. Kurnianingsih, S.T., M.T., Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng., serta Prof. Dr. Mike Yuliana, S.T., M.T.

Antusiasme Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi

Webinar berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dari berbagai institusi di Indonesia. Berdasarkan daftar hadir webinar, peserta berasal dari politeknik, universitas negeri, universitas swasta, hingga komunitas riset yang bergerak di bidang teknik elektro, informatika, kecerdasan buatan, komunikasi, dan sistem cerdas.

Melalui webinar ini, peserta memperoleh wawasan komprehensif mulai dari strategi memilih conference IEEE yang kredibel, teknik menyusun paper ilmiah berkualitas, hingga tips menghadapi proses review dan publikasi jurnal internasional.

Materi Prof. Khairul Anam: Strategi Menulis dan Submit Paper IEEE Conference

Pada sesi pertama, Prof. Khairul Anam membahas strategi praktis dalam menulis paper untuk IEEE Conference. Materi dimulai dengan penjelasan mengenai pentingnya publikasi IEEE dalam meningkatkan visibilitas akademik, jejaring riset global, dan rekam jejak publikasi internasional. Beliau juga menjelaskan cara memilih conference IEEE yang tepat dan terindeks IEEE Xplore maupun Scopus, serta teknik mengecek validitas conference agar terhindar dari konferensi abal-abal.

Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai:

  • Struktur paper IEEE menggunakan format IMRaD (Introduction, Methodology, Results, and Discussion).
  • Strategi menyusun title dan abstract yang menarik perhatian reviewer.
  • Teknik menyusun introduction menggunakan pendekatan CARS (Create a Research Space).
  • Pentingnya novelty, eksperimen yang kuat, referensi terbaru, dan penggunaan template IEEE resmi.

Prof. Khairul Anam juga membagikan pengalaman praktis terkait proses submit paper melalui platform EDAS dan tahapan camera-ready paper sebelum publikasi prosiding IEEE.

Materi Dr. Sunu Wibirama: Best Practices Publikasi Jurnal IEEE

Pada sesi kedua, Dr. Sunu Wibirama menyampaikan materi bertajuk “Publishing A Scientific Paper for IEEE Journals: Fundamentals and Best Practices” yang berfokus pada strategi publikasi jurnal internasional IEEE.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa kualitas presentasi manuskrip sangat memengaruhi penilaian reviewer dan editor jurnal. Menurutnya, manuskrip yang disusun dengan kurang baik akan memberikan kesan bahwa penelitian juga kurang layak dipublikasikan.

Dr. Sunu juga menjelaskan proses peer review jurnal internasional, termasuk tahapan desk rejection, revisi, hingga final acceptance. Beberapa penyebab umum penolakan manuskrip meliputi:

  • Tidak adanya kontribusi ilmiah yang jelas,
  • Metode penelitian yang tidak valid,
  • Kualitas penulisan yang rendah,
  • Topik yang tidak sesuai dengan scope jurnal.

Selain itu, beliau membagikan empat langkah penting agar artikel ilmiah dapat dipublikasikan, yaitu:

  1. Menentukan target jurnal sejak awal penelitian,
  2. Membaca paper teknis secara efektif,
  3. Mengidentifikasi research gap dari penelitian sebelumnya,
  4. Menyusun alur artikel secara sistematis.

Materi juga membahas teknik menyusun research gap dan novelty penelitian menggunakan comparative table, sehingga kontribusi penelitian dapat terlihat lebih jelas oleh reviewer.

Pada bagian penulisan artikel, Dr. Sunu menekankan pentingnya:

  • Penyusunan Introduction dari konteks umum ke spesifik,
  • Penulisan Methods yang dapat direproduksi,
  • Penyusunan Results and Discussion yang tidak hanya menampilkan hasil, tetapi juga interpretasi ilmiah dan implikasi penelitian.

Beliau juga membahas etika penggunaan AI dalam penulisan ilmiah. AI dapat membantu proses penulisan, namun penulis tetap harus memvalidasi seluruh isi yang dihasilkan dan tidak diperbolehkan menjadikan AI sebagai co-author penelitian.

Mendorong Budaya Publikasi Internasional di Indonesia

Melalui webinar ini, IEEE Indonesia Section dan ISAS berharap dapat meningkatkan kemampuan akademisi Indonesia dalam menghasilkan publikasi internasional berkualitas, baik pada conference maupun jurnal IEEE bereputasi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap strategi publikasi ilmiah, pengelolaan novelty penelitian, hingga teknik menghadapi reviewer jurnal internasional.