ISAS Gelar Workshop Penulisan Jurnal Internasional Bersama Dr. Sunu Wibirama, Diikuti 131 Peserta dari LLDIKTI Wilayah XII dan XV

Indonesian Society of Applied Science (ISAS) sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Penulisan Jurnal Internasional secara daring pada tanggal 16 Mei 2026 pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 131 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XII dan LLDIKTI Wilayah XV.

Workshop dibuka secara resmi oleh Ketua LLDIKTI Wilayah XII yang menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas dosen dan peneliti dalam menghasilkan publikasi ilmiah internasional bereputasi sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan tinggi dan daya saing akademik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen ISAS dalam mendukung pengembangan budaya riset dan publikasi internasional di lingkungan perguruan tinggi. Sebelumnya, ISAS juga telah menyampaikan surat resmi kepada LLDIKTI Wilayah XII terkait pelaksanaan workshop penulisan jurnal internasional untuk mendukung peningkatan kompetensi dosen dan peneliti.

Menghadirkan Dr. Sunu Wibirama sebagai Pembicara Utama

Workshop menghadirkan Dr. Sunu Wibirama dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada sebagai pembicara utama dengan materi bertajuk “Publishing A Scientific Paper for IEEE Journals: Fundamentals and Best Practices.”

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Sunu Wibirama menjelaskan berbagai strategi dan praktik terbaik dalam menulis artikel ilmiah untuk jurnal internasional IEEE dan jurnal bereputasi lainnya. Beliau menekankan bahwa kualitas presentasi manuskrip sangat memengaruhi penilaian reviewer dan editor jurnal. Manuskrip yang disusun dengan kurang baik akan memberikan kesan bahwa penelitian juga kurang layak untuk dipublikasikan.

Materi Strategis Penulisan Artikel Ilmiah

Pada workshop tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya:

  • Strategi menentukan target jurnal sebelum penelitian dilakukan,
  • Teknik membaca paper teknis secara efektif dan mengidentifikasi research gap,
  • Penyusunan alur artikel ilmiah menggunakan struktur IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion),
  • Cara menyusun novelty penelitian melalui comparative table research gap,
  • Teknik menulis abstract yang efektif dengan menampilkan masalah, metode, hasil, dan implikasi penelitian secara jelas.

Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai proses peer review jurnal internasional dan berbagai alasan umum penolakan manuskrip, seperti tidak adanya kontribusi ilmiah yang jelas, metode penelitian yang tidak valid, rendahnya kualitas penulisan, serta ketidaksesuaian topik dengan scope jurnal.

Pembahasan Etika Penggunaan AI dalam Penulisan Ilmiah

Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan ilmiah. Dr. Sunu menjelaskan bahwa AI dapat membantu proses penulisan dan editing manuskrip, namun seluruh hasil tetap harus divalidasi oleh penulis. Beliau juga menegaskan bahwa AI tidak boleh dijadikan co-author dalam artikel ilmiah karena tidak memiliki tanggung jawab etis terhadap hasil penelitian.

Antusiasme Tinggi Peserta

Workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif dari peserta. Banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait strategi meningkatkan peluang acceptance jurnal, teknik menyusun novelty penelitian, pemilihan jurnal yang tepat, hingga cara menghadapi komentar reviewer internasional.

Melalui kegiatan ini, ISAS berharap dapat membantu meningkatkan kualitas publikasi internasional dosen dan peneliti Indonesia, khususnya di wilayah LLDIKTI XII dan XV, sehingga mampu meningkatkan kontribusi akademik Indonesia pada level global.