Surabaya, 8 Oktober 2026 — Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV) ke-12 pada Kamis, 8 Oktober 2026. Bertempat di Auditorium Pasca Sarjana PENS Lantai 6, kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Industri, Inovasi Teknologi Terapan dan Infrastruktur Tangguh untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”. Tema tersebut menempatkan riset terapan sebagai bagian penting dalam menjawab kebutuhan industri sekaligus mendukung pembangunan yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
SENTRINOV merupakan agenda pertemuan ilmiah tahunan di bawah naungan Indonesian Society of Applied Science (ISAS), yang diselenggarakan secara bergantian oleh politeknik negeri di Indonesia. Forum ini menjadi wadah bagi dosen, peneliti, pakar, praktisi industri, dan pranata laboratorium pendidikan untuk berbagi hasil penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui publikasi ilmiah, SENTRINOV turut mendukung dokumentasi dan penyebarluasan perkembangan riset lintas disiplin.
Penyelenggaraan SENTRINOV ke-12 melibatkan PENS sebagai host, bersama Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Ambon, Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar, dan Universitas Darussalam Ambon sebagai co-host. Situs resmi kegiatan juga mencantumkan Politeknik Negeri Malang sebagai institusi pendukung. Kolaborasi ini membuka ruang untuk memperluas jejaring akademik serta mengembangkan kerja sama penelitian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam informasi resmi seminar, dua keynote speaker yang tercantum adalah Prof. Ir. Novie Ayub Windarko, S.T., M.T., Ph.D. dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Prof. Dr. Dra. Fullchis Nurtjahjani, M.M. dari Politeknik Negeri Malang. Adapun cakupan keilmuan SENTRINOV meliputi sains dan teknologi terapan, sosial, ekonomi, humaniora terapan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Tema penguatan industri yang diusung dalam seminar ini memiliki kaitan erat dengan peran pendidikan tinggi vokasi. Kedekatan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja menjadi modal penting untuk mengembangkan riset yang dapat diterapkan. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada pengembangan konsep, tetapi dapat berlanjut menjadi teknologi, metode, maupun produk yang membantu menyelesaikan permasalahan di lapangan.
Inovasi teknologi terapan dapat berkontribusi melalui berbagai bentuk, mulai dari perbaikan proses produksi, peningkatan efisiensi energi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kualitas layanan. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, pengembangan inovasi perlu mempertimbangkan kemudahan penggunaan, kesesuaian dengan kebutuhan pengguna, serta kemampuan untuk diterapkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, perhatian terhadap infrastruktur tangguh menegaskan pentingnya pembangunan yang mampu menghadapi perubahan kebutuhan dan tantangan lingkungan. Infrastruktur perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan keandalan, pemeliharaan, dan efisiensi sumber daya. Dalam konteks ini, riset terapan memiliki ruang kontribusi yang luas untuk mendukung perencanaan maupun pengelolaan infrastruktur yang lebih adaptif.
Keterkaitan antara industri, teknologi, dan infrastruktur juga menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan memerlukan kerja sama lintas bidang. Pendekatan teknis perlu berjalan beriringan dengan pertimbangan sosial dan ekonomi agar inovasi dapat diterima serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, forum ilmiah seperti SENTRINOV menjadi relevan sebagai ruang untuk mempertemukan beragam perspektif dan membuka peluang kolaborasi.
Sebagai bagian dari luaran kegiatan, SENTRINOV menyediakan jalur publikasi melalui prosiding seminar serta peluang publikasi artikel terpilih pada jurnal nasional terakreditasi SINTA yang dikelola konsorsium. Penyebarluasan hasil riset tersebut diharapkan memperluas akses terhadap pengetahuan dan menjadi pijakan bagi pengembangan penelitian berikutnya.
Melalui penyelenggaraan SENTRINOV ke-12, PENS bersama perguruan tinggi mitra diharapkan dapat terus memperkuat hubungan antara riset, inovasi, dan penerapannya. Semangat kolaborasi yang dibangun menjadi modal untuk mendorong penelitian yang relevan, memperkuat daya saing industri, serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya menjangkau masyarakat luas.